:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558650/original/078717800_1776439600-96302.jpg)
Keterbukaan dan Komunikasi Antar BUMD Masih Jauh dari Harapan
Keterbukaan dan komunikasi antar BUMD belum efektif. Komunikasi terganggu akibat ego pejabat yang besar.
Keterbukaan dan komunikasi yang efektif antar lembaga negara dan badan usaha milik negara (BUMN) serta badan usaha milik daerah (BUMD) merupakan kunci untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa komunikasi antar BUMD masih belum efektif, sehingga menyebabkan berbagai permasalahan.
Komunikasi yang Terganggu
Menurut Pramono Anung, komunikasi antar BUMD masih belum baik karena ego pejabat yang terlalu besar. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam berkoordinasi dan berbagi informasi, sehingga menyebabkan keputusan yang diambil tidak tepat dan efektif. Selain itu, kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan juga menjadi masalah yang signifikan.
Dampak bagi Indonesia
Komunikasi yang tidak efektif antar BUMD dapat memiliki dampak yang signifikan bagi pembangunan Indonesia. Pertama, hal ini dapat menyebabkan inefisiensi dalam penggunaan sumber daya, sehingga menghambat kemajuan pembangunan. Kedua, kurangnya koordinasi dan komunikasi dapat menyebabkan keputusan yang tidak tepat, sehingga menyebabkan kerugian bagi negara dan masyarakat. Ketiga, hal ini juga dapat menyebabkan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara dan BUMD.
Upaya Perbaikan
Untuk meningkatkan komunikasi antar BUMD, perlu dilakukan beberapa upaya perbaikan. Pertama, perlu dilakukan peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang efektif. Kedua, perlu dibentuk sistem komunikasi yang terstruktur dan efektif, sehingga memudahkan berbagi informasi dan koordinasi. Ketiga, perlu dilakukan peningkatan kapasitas dan kemampuan pejabat dan staf BUMD dalam berkomunikasi dan berkoordinasi.
Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas
Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan. Pertama, perlu dilakukan peningkatan keterbukaan dan transparansi dalam proses pengambilan keputusan. Kedua, perlu dibentuk sistem pengawasan dan evaluasi yang efektif, sehingga memastikan bahwa keputusan yang diambil tepat dan efektif. Ketiga, perlu dilakukan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga memastikan bahwa keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
Dalam penutup, komunikasi yang efektif antar BUMD merupakan kunci untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya perbaikan untuk meningkatkan komunikasi antar BUMD, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, diharapkan bahwa pembangunan Indonesia dapat berjalan lebih efektif dan efisien, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber referensi: Liputan6

Ditulis oleh
Anla HarpandaFull Stack Web Developer & UI/UX Designer. Berpengalaman dalam Next.js, Express.js, Laravel, dan React.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558620/original/075475000_1776433906-WhatsApp_Image_2026-04-17_at_18.47.09.jpeg)