:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535362/original/042856400_1773991631-1.jpg)
Umat Islam Muhammadiyah Merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan Penuh Khidmat
Umat Islam Muhammadiyah merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh khidmat. Ribuan titik di Indonesia menjadi saksi pelaksanaan salat Idul Fitri.
Hari ini, Jumat 20 Maret 2026, menjadi hari yang sangat bersejarah bagi jutaan umat muslim di Indonesia, khususnya bagi mereka yang berasal dari organisasi Muhammadiyah. Pada hari ini, mereka menggelar salat Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh khidmat dan sukacita. Ribuan titik di seluruh wilayah Indonesia menjadi saksi bisu pelaksanaan salat Idul Fitri ini, mulai dari lapangan terbuka hingga gedung-gedung dakwah.
Latar Belakang Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah
Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dilakukan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menentukan awal bulan hijriah dengan memperhitungkan posisi bulan dan matahari. Penetapan ini juga merujuk pada Keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang bertujuan untuk menyatukan kalender hijriah di seluruh dunia.
Perbedaan Penetapan 1 Syawal
Namun, perlu dicatat bahwa penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah berbeda dengan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, setelah melakukan pemantauan hilal di 117 titik yang tersebar di seluruh Indonesia dan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1444 Hijriah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa masih terdapat perbedaan pendapat dalam menentukan awal bulan hijriah di Indonesia.
Dampak bagi Masyarakat
Perbedaan penetapan 1 Syawal ini dapat memiliki dampak bagi masyarakat, terutama dalam hal pelaksanaan salat Idul Fitri dan hari raya Idul Fitri. Bagi umat muslim yang mengikuti penetapan Muhammadiyah, mereka akan melaksanakan salat Idul Fitri pada Jumat 20 Maret 2026, sedangkan bagi mereka yang mengikuti penetapan pemerintah, mereka akan melaksanakan salat Idul Fitri pada Sabtu 21 Maret 2026. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan dalam hal pelaksanaan kegiatan keagamaan dan sosial pada hari raya Idul Fitri.
Pentingnya Kesatuan dan Keharmonisan
Meskipun terdapat perbedaan penetapan 1 Syawal, umat muslim di Indonesia tetap harus menjaga kesatuan dan keharmonisan. Hari raya Idul Fitri adalah hari untuk merayakan kemenangan dan kebersamaan, bukan untuk memperdebatkan perbedaan. Oleh karena itu, umat muslim di Indonesia harus tetap menjaga toleransi dan saling menghormati perbedaan pendapat, sehingga dapat menjaga keharmonisan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat.
Kesimpulan
Dalam keseluruhan, pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh umat muslim Muhammadiyah di Indonesia menjadi hari yang sangat bersejarah dan berkesan. Meskipun terdapat perbedaan penetapan 1 Syawal, umat muslim di Indonesia tetap harus menjaga kesatuan dan keharmonisan. Dengan demikian, hari raya Idul Fitri dapat menjadi hari yang penuh dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan kemenangan, serta menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat.
Sumber referensi: Liputan6

Ditulis oleh
Anla HarpandaFull Stack Web Developer & UI/UX Designer. Berpengalaman dalam Next.js, Express.js, Laravel, dan React.
Berita yang Mungkin Anda Suka

MPR dan DPR Bahas Stabilitas Nasional dengan Menko Polkam di Tengah Dinamika Geopolitik
16 Mar 2026

Iran Menolak Dialog dengan Amerika Serikat karena Sejarah Hubungan Tegang
15 Mar 2026

Upaya Diplomasi Prabowo dan Presiden Pakistan untuk Meredam Konflik di Timur Tengah
6 Mar 2026